Badan Narkotika Nasional (BNN) merupakan lembaga negara yang memiliki tugas utama menangani,
melakukan pencegahan, dan memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Indonesia. BNN
terdiri dari berbagai instansi pemerintah dimana masing-masing instansi tersebut memiliki tugas, fungsi, dan
kewenangan yang berbeda-beda. Berbagai perbedaan tersebut berpotensi menghasilkan permasalahan yang
harus diatasi oleh BNN agar misi organisasi dapat dicapai dengan optimal. Permasalahan yang timbul
karena perbedaan antar komponen organisasi apabila tidak diintegrasi dengan baik akan berpengaruh negatif
terhadap kinerja organisasi. Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, BNN mempergunakan teknologi
informasi sebagai sarana untuk mengolah, manata, mengatur, dan memanfaatkan data menjadi informasi.
Oleh sebab itu perlu diketahui bagaimana peranan teknologi informasi terhadap kinerja organisasi agar misi
BNN dapat tercapai.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi kinerja BNN dalam mengatasi penyalahgunaan dan
peredaran gelap narkoba. Disamping itu untuk mengetahui kondisi teknologi informasi yang dipergunakan
BNN,
serta pengaruh penggunaan teknologi informasi terhadap kinerja organisasi BNN.
Dewasa ini semakin banyak organisasi dan perusahaan yang mencurahkan perhatian utamanya pada
penciptaan informasi yang dapat menciptakan kinerja. Hanya organisasi atau perusahaan yang mampu
mencari, mendapatkan, dan mengolah informasi secara efektif yang akan berhasil (Achmad, 2004:25)_
Adapun kinerja organisasi sebagaimana dijelaskan oleh Popovich (1998:11) dalam bukunya Creating High-
Performance Government Organizations: Kinerja organisasi yang tinggi adalah suatu kesatuan dari tenaga
kerja yang memprodukri barang dan jasa yang diinginkan pada kualitas yang lebih tinggi dengan
penggunaan sumber daya yang sama atau lebih sedikit. Produktifrtas dan kualitas meningkat secara
berkesinambungan dari hari ke hari, minggu ke minggu dan tahun ke tahun, membawa kepada pencapaian
misi organisasi. Teknologi informasi merupakan sebutan lain dani teknologi komputer, yang dikhususkan
untuk pengolahan data menjadi informasi yang bermanfaat, mampu memproses dengan cepat, dan dapat
diakses ke multimedia (Oetomo, 2002:43).
Metode yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: metode deskriptif dengan analisis kuantitatif
korelasional, survai, wawancara, kepustakaan, dan observasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh
personil pelaksana harian BNN yang berjumlah 270 orang. Sampel penelitian ini meliputi 81 orang
responden yang diambil dengan metode accidental sampling. Teknik analisis yang dipergunakan dalam
penelitian ini mempergunakan program SPSS yang meliputi statistik deskriptif, analisis frekuensi, dan
korelasi bivariat dengan Spearman's Rho yang merupakan metode statistik non parametris.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teknologi informasi yang digunakan dalam kondisi yang baik,
sedangkan kinerja organisasi memiliki tingkat yang tinggi. Diketahui pula bahwa teknologi informasi
memiliki hubungan yang positif dan kuat dengan kinerja organisasi.
Berdasarkan hasil penelitian, saran yang dapat diberikan peneliti terhadap BNN sebagai organisasi
pelayanan publik dan badan negara, yaitu BNN berkewajiban untuk terus-menerus mengikuti perkembangan
teknologi informasi sebagai bagian dari pemberdayaan potensi organisasi terutama dalam rangka
mempertahankan dan meningkatkan kinerja organisasi. Disamping itu teknologi informasi yang telah ada
dan digunakan harus dapat dimanfaatkan dengan lebih optimal.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar